Kiamat Sudah Dekat: Ilmuwan Buat “Asgardia” Negara Buatan Pertama Di Luar Angkasa

Agenda 2030:
Kiamat Sudah Dekat? Bumi Terancam! Ilmuwan Buat “Asgardia” Negara Buatan Pertama Di Luar Angkasa
Sebuah konsep mirip kota dengan populasi yang banyak bernama Asgardia direncanakan untuk segera dibangun diluar angkasa.
Pemimpin proyek Asgardia, Igor Ashurbeyli, yang mendeklarasikan penciptaannya (Declaration of creation) negara itu pada 12 October 2016 silam mengatakan bahwa nantinya Asgardia akan menjadi negara kecil (Micronation) sendiri, yang berbasis di luar angkasa atau tepatnya di orbit rendah Bumi.
Asgardia mengklaim sebagai prototipe masyarakat yang bebas dan tidak terikat, yang menjunjung tinggi pengetahuan, kecerdasan, ilmu sebagai inti. Juga mengakui nilai luhur dari setiap manusia. Dan secara demonim, mereka akan menamakan penduduknya sebagai Asgardian.
Juru bicara proyek Asgardia, Timothy Wild menolak mengungkapkan berapa jumlah peneliti dan pakar yang terlibat dalam proyek ini, namun dia memastikan misi ini bukan main-main ataupun omong kosong belaka.
Direncanakan pula satelit pertama Argardia akan diluncurkan pada tahun 2017, dan pada masa depan akan mampu menampung hingga 150 juta manusia untuk tinggal dan bekerja di luar angkasa.

Menanggapi ambisi tersebut, pakar luar angkasa, Joanne Irene Gabrynowicz berpendapat, tidak mudah untuk Asgardia bakal diakui sebagai sebuah negara.
Dibawah hukum internasional, ada kriteria khusus untuk suatu entitas agar diakui sebagai sebuah bangsa. Yakni harus memiliki wilayah dan populasi, dan diakui sebagai bangsa oleh bangsa lain, dan menyatakan bahwa sebuah bangsa ada, itu tidak cukup.
Diketahui untuk konteks antariksa selama ini, ada yang menegaskan tidak boleh entitas negara mana pun yang bisa mengklaim sebuah wilayah di antariksa.
Profesor Sa’id Mosteshar, Director dari London Institute of Space Policy and Law juga ragu bahwa Asgardia akan diakui sebagai negara di bawah peraturan internasional.
Selain itu, mengingat Asgardia tidak akan memiliki wilayah yang dapat mengatur dirinya sendiri dan para “warganya” tetap ada di Bumi, maka kemungkinan ia akan diakui sebagai negara akan sangat kecil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar