Ribuan korban kena tipu “teori cocokologi” Fahmi Basya
Membuka tabir rahasia yang menjadi penyebab awal KH. Fahmi Basya menulis buku Misteri Borobudur yaitu sebuah penemuan “password rahasia” di arupadhatu Borobudur, yang tersusun dalam angka : 84517.
Di tahun 1979 zaman Soeharto, ketika password ini ditemukan, Fahmi Basya pernah di penjara di LP Sukamiskin yang berdekatan dengan kamar tahanan Soekarno, ia bermimpi bertemu Soekarno yang mengangguk-angguk. Ini satu kode gaib mengenai misteri Borobudur.
Dengan password 84517 ini dapat membuka berangkas harta peninggalan masa silam yang apabila salah putar atau keliru membukanya kemungkinan akan meledak!
Jadi menurut Fahmi Basya, kita merdeka 17 Agustus 1945, itu bukan asal merdeka tetapi juga meninggalkan password 84517 supaya kita bisa membuka warisan masa silam negeri kita. Inilah sebab mengapa dalam mimpi Soekarno mengangguk-angguk.
Jadi susunan 84517 memang keramat dan magis, bukan susunan angka sembarangan, yang terkait misteri Borobudur. Maka orang yang menyusun password ini sudah mampu meramalkan tanggal kemerdekaan NKRI yang lebih hebat dari Joyoboyo.
Dari 17 Agustus 1945, angka 19 berhubungan dengan jumlah huruf dalam Bismillah. Dari susunan angka tersebut, dapat membuka kunci-kunci rahasia lain yang terpendam dibawah Borobudur. Selain hubungan Yahudi dengan Jawa, bahkan Fahmi Hamzah menyatakan bahwa kota Ya’juj dan Ma’juj sebagai Yogyakarta dan Mojokerto!
Dalam ekspedisi Borobudur ke 46 kalinya, bersama anak SMP, Fahmi Basya menceritakan kalau anak-anak sekolah sudah mempercayai bahwa Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman, melaui video di Youtube.
Jangan salah, korban-korban KH. Fahmi Basya tidak sedikit, mencapai ribuan, utamanya umat Islam.
Tidak semua Muslim bisa berpikir logis seperti beberapa kawan Muslim yang mengajukan pertanyaan keanehan tentang teori itu kepada Seno.
Hingga kini, buku KH. Fahmi Basya mencapai cetakan ke-5. Jika setiap cetakan terdiri dari 4 ribu eksemplar, maka kesesatan itu telah dibaca oleh hampir 20 ribu orang! Siapa yang harus bertanggung jawab?
Maka, Seno membuat buku sanggahannya itu yang dapat bermanfaat bagi orang-orang yang membutuhkan klarifikasi terkait teori semu bahwa Borobudur peninggalan Nabi Sulaiman.
Selain buku Seno Panyadewa yang berjudul “Borobudur bukan peninggalan Sulaiman”, ada pula buku e-book lainnya yang meyanggah teori ini dengan judul “Kelemahan teori bahwa Borobudur adalah Peninggalan Nabi Sulaiman“ .
E-book itu adalah hasil penelitian dari berbagai pihak di suatu forum Indonesia yang akhirnya dirangkum dan dibuat digital alias di-ebook-kan dengan jumlah halaman hingga 70 lembar, yang menjelaskan bukti-bukti bahwa Borobudur adalah memang candi Budha.
Dalam e-book ini dijelaskan tentang relief, mandala, denah, mudra, Gandavyuha, Cakravarti, svargga, gantha, denah borobudur, konsep makhluk hidup, bentuk-bentuk mudra, pengakuan dunia, Mendut, Pawon dan Borobudur, analisa relief, Life of the Historical Budha, kemiripan relief, lalitavistara, cara membaca relief Candi Borobudur, tentang patung Budha, danau di sekeliling Borobudur, Bunga Padma, Early Evolution of stupa, Mudra Dhammacakka, Pradakshina dan banyak lainnya. (IndoCropCircles / berbagai sumber)


blog ini buruk, karena judul dengan isi yang tidak cocok, dan isi blog ini kebanyakan mengambil ketikan dari blog caknun.com
BalasHapus